Rabu, 02 Maret 2011

latar belakang keilmuan

I. TENAGA / POWER
Mematahkan beberapa batang es balok, memecahkan batu kali, menghancurkan 5 (lima) tangkai pompa dragon dalam sekali nafas adalah hal yang biasa dilakukan Merpati Putih. Hal ini dikarenakan salah satu teknik beladiri dalam Merpati Putih adalah berupa penyaluran tenaga pada setiap organ tubuh yang dapat dicapai dengan latihan pernafasan dan tenaga fisik. Jadi dalam Merpati Putih latihan yang dilaksanakan merupakan latihan pernafasan dan olah raga murni atau latihan fisik secara teratur.
Sistem latihan pernafasan di Merpati Putih ini mempunyai manfaat ganda, selain untuk memperoleh tenaga yang kuat juga membantu menyembuhkan suatu penyakit. Terutama penyakit yang ditimbulkan oleh jantung atau tidak adanya keseimbangan metabolisme tubuh, seperti kadar kolesterol tinggi, asma, alergi, dan penyakit lain pada umumnya.
II. GETARAN
Salah satu kelebihan Merpati Putih dibandingkan perguruan lain adalah pada getaran. Dapat dikatakan bahwa saat ini perguruan pencak silat di Indonesia yang mempelajari getaran secara murni dan ilmiah baru Merpati Putih. Dengan mempelajari getaran secara tekun, selain memperoleh tenaga getaran yang besar, seorang anggota Merpati Putih dapat pula melakukan beberapa hal yang kelihatannya mustahil. Antara lain dengan mata tertutup dapat mendeteksi benda yang tersembunyi atau mengantisipasi orang dan membaca situasi.
Dalam kehidupan sehari-hari, manfaat getaran ini adalah untuk pengobatan. Pengobatan dengan getaran ini dapat dilakukan secara langsung ataupun dengan jarak jauh. Manfaat lain adalah untuk melatih kepekaan para tunanetra sehingga mereka tidak tergantung pada alat bantu dan dapat melakukan sesuatu seperti mereka yang tidak buta. Dengan mempelajari getaran ini para tunanetra akan mampu membaca dan berjalan seperti halnya orang normal. Yang terpenting latihan pernafasan Merpati Putih mempunyai efek positif, diantaranya yaitu seusai latihan badan tidak akan terasa lelah, bahkan sebaliknya akan terasa segar.
HAKEKAT TENAGA DALAM
Berbagai istilah digunakan untuk tenaga dalam tergantung dari aspek pendekatannya. Bagi mereka yang berpandangan sempit, hanya mengetahui dari aspek pendekatan dirinya dan cenderung menyalahkan orang lain. Tenaga dalam adalah tenaga dari badan halus (badan bioplasmik) yang dapat dikerahkan dan diarahkan oleh niat dari batin. Tenaga ini merupakan energi yang tergolong dalam bioelektromagnetik, sehingga dapat diambil gambarnya dengan teknik elektrografi dari Kirlian atau elektromagnetik aura fotografi. Dalam foto-foto ini dapat diketahui berbagai keadaan badan halus; tentunya oleh orang yang mempunyai ilmu pengetahuan dan seni ketrampilan (science and art) untuk itu.
Bila tenaga badan kasar diperoleh dari makanan dan minuman serta oksigen yang dihirup manusia, maka tenaga badan halus diperoleh dari bioplasma yang dihasilkan tumbuh-tumbuhan hijau dan masuk ke badan halus melalui pernafasan. Jadi oksigen untuk badan kasar, sedang bioplasma atau prana untuk badan halus.
Seperti halnya tenaga luar, tenaga dalam mempunyai kemampuan untuk mengetahui maupun mempengaruhi lingkungan. Dalam bidang kesehatan tenaga dalam digunakan untuk tujuan kesehatan, baik daya untuk mengetahui maupun daya untuk mempengaruhi. Gangguan kesehatan badan halus (seperti halnya badan kasar) dapat terjadi secara kualitatif maupun kuantitatif, yang disebabkan dari hubungan dengan lingkungan. Gangguan pada badan halus nantinya akan dapat menimbulkan gangguan pada badan kasar. Hal inilah yang perlu diketahui untuk mempergunakan tenaga dalam di bidang kesehatan.

sejarah merpati putih

lmu Merpati Putih diwariskan secara turun-temurun pada masa Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Susuhunan Pangeran Prabu Mangkurat Ingkang Jumeneng Ing Kartosuro di lingkungan keluarga. Latar belakang didirikannya PPS Betako Merpati Putih adalah hasil pengamatan Sang Guru, Saring Hadi Poernomo pada awal tahun 1960-an yang prihatin terhadap perkembangan kehidupan generasi muda yang terkotak-kotak membentuk kelompok-kelompok yang mencerminkan rapuhnya persatuan dan kesatuan bangsa. Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 adalah milik bangsa Indonesia, oleh karena itu setiap warga negara Indonesia mempunyai tanggung jawab, hak, dan kewajiban yang sama dalam melestarikan kehidupan bangsa dan mencapai tujuan negara. Seni budaya Indonesia yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dibina dan dikembangkan guna memperkuat penghayatan dan pengamalan Pancasila, kepribadian bangsa, mempertebal harga diri dan kebanggaan nasional serta memperkokoh jiwa persatuan.
Atas dasar hal tersebut tergerak hati nurani beliau untuk berbuat sesuatu demi kecintaannya pada nusa, bangsa, dan negara. Sumbangsih beliau hanya didasari keyakinan bahwa "sikap dan perbuatan sekecil apapun, apabila dilandasi oleh itikad baik pasti akan ada hasilnya". Keyakinan tersebut hingga kini menjadi semboyan perguruan yaitu: SUMBANGSIHKU TAK SEBERAPA NAMUN KEIKHLASANKU NYATA.
Dalam mengembangkan ilmu beladiri ini Sang Guru mengamanatkan empat sikap, watak, dan perilaku yang harus ditumbuhkan yaitu: (1) rasa jujur dan welas asih, (2) percaya pada diri sendiri, (3) keserasian dan keselarasan dalam penampilan sehari-hari, dan (4) menghayati dan mengamalkan sikap itu agar menimbulkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berdasarkan amanat Sang Guru, kedua pewaris yang juga puteranya, yaitu Poerwoto Hadi Poernomo dan Budi Santoso Hadi Poernomo bertekad mengambil langkah nyata dalam pengabdian kepada bangsa dan negara Republik Indonesia dengan mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu yang dimiliki keluarga untuk kepentingan nasional.
Atas berkat dan rakhmat dari Tuhan pada tanggal 2 April 1963 di Yogyakarta, kedua pewaris membentuk Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong MERPATI PUTIH dengan filosofi MERSUDI PATITISING TINDAK PUSAKANE TITISING HENING, yang secara harafiah berarti "Mencari sampai mendapat tindakan yang benar dalam ketenangan".


Pada periode 1995-1998 ini Ketua umum organisasi PPS Betako MERPATI PUTIH adalah Letjen TNI (Purn) Solihin GP, sedangkan Dewan Pembinanya adalah Bapak Surono, Bapak Tjokropranolo, Bapak Sugiarto, Bapak Ismail Saleh, SH., Bapak Ir. Azwar Anas, Bapak Ir. Hartarto, dan Bapak Eddy M. Nalapraya.
 
Copyright (c) 2010 layung mp. Design by WPThemes Expert

Blogger Templates and RegistryBooster.